PENGEMBANGAN POTENSI SISWA BERBASIS LINGKUNGAN
Lingkungan adalah kombinasi
antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam sepert tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana
menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan
kehidupan manusia. Pembelajaran yang berbasis lingkungan ternyata memberi
banyak manfaat bagi kehidupan warga sekolah. Seperti halnya yang dilakukan oleh
SD Negeri Mangkura 5 Makassar, dimana pembelajaran yang diterapkan adalah
pembelajaran yang berbasis lingkungan yang sangat erat kaitannya dengan program
Walikota Makassar yakni menjadikan sekolah berbasis Adiwiyata atau sekolah
cinta alam.
pengamatan siswa kelas 6 di Green House & Taman Hortikultura
Efek dari pembelajaran
berbasis lingkungan di SDN Mangkura 5 adalah para tenaga pendidik dapat
mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan mudah dipahami oleh
siswa. Dan untuk siswa itu sendiri, lebih antusias dan termotivasi untuk lebih
mengenal lingkungan karena pembelajarannya sangat menyenangkan dan terbebas
dari rasa jenuh. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan pembelajaran
berbasis lingkungan adalah siswa dapat membiasakan diri untuk selalu mencintai
alam termasuk lingkungan sekolah.
salah satu kelompok mempersentasekan hasil laporan pengamatan
Seperti halnya yang
dilakukan oleh siswa kelas 6 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membuat
laporan pengamatan lingkungan sekolah diantaranya Green House, Taman
Hortikultura, Bank Sampah. Dari pembelajaran tersebut siswa dipandu oleh guru
kelas dan dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi kesempatan untuk
melakukan pengamatan di sarana yang tersedia di lingkungan sekolah. Setelah melakukan
pengamatan setiap kelompok membuat laporannya dan mempersentasekan di depan
guru dan teman-teman di dalam kelas. Setelah setiap kelompok mempersentasekan,
maka kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan terhadap hasil
yang dilaporkan sehingga dalam proses pembelajaran timbul perdebatan antara
kalompok yang satu dengan kelompok yang lain. Kegiatan ini sangat melatih cara
belajar siswa yang baik, karena siswa mampu menemukan masalah dan memecahkan
masalah tersebut dengan berbagai upaya atas kerjasama kelompok yang baik.
salah satu anggota kelompok menanggapi hasil persentase laporan pengamatan
Proses pembelajaran tersebut dapat diupayakan
oleh guru yang ada di SDN Mangkura 5 atas kerja keras, stimulus dan motivasi yang diberikan
oleh Ibu Hj. Kamisa, S.Pd., M.Pd
selaku kepala sekolah yang menahkodai SD Negeri Mangkura 5 sejak bulan April
2016. Dalam waktu yang singkat ini Kepala Sekolah mampu memberi warna baru dan
perubahan yang signifikan khususnya dalam usaha mencanangkan SD Negeri Mangkura
5 menjadi sekolah Adiwiyata......ewako Mangkura 5, insya Allah bisa, Aku Cinta Sekolahku, Aku Cinta Lingkunganku




Tidak ada komentar:
Posting Komentar