Jumat, 23 September 2016

PENGEMBANGAN POTENSI SISWA BERBASIS LINGKUNGAN

PENGEMBANGAN POTENSI SISWA BERBASIS LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam sepert tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Pembelajaran yang berbasis lingkungan ternyata memberi banyak manfaat bagi kehidupan warga sekolah. Seperti halnya yang dilakukan oleh SD Negeri Mangkura 5 Makassar, dimana pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran yang berbasis lingkungan yang sangat erat kaitannya dengan program Walikota Makassar yakni menjadikan sekolah berbasis Adiwiyata atau sekolah cinta alam. 

pengamatan siswa kelas 6 di Green House & Taman Hortikultura

Efek dari pembelajaran berbasis lingkungan di SDN Mangkura 5 adalah para tenaga pendidik dapat mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan mudah dipahami oleh siswa. Dan untuk siswa itu sendiri, lebih antusias dan termotivasi untuk lebih mengenal lingkungan karena pembelajarannya sangat menyenangkan dan terbebas dari rasa jenuh. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan pembelajaran berbasis lingkungan adalah siswa dapat membiasakan diri untuk selalu mencintai alam termasuk lingkungan sekolah. 
salah satu kelompok mempersentasekan hasil laporan pengamatan

Seperti halnya yang dilakukan oleh siswa kelas 6 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membuat laporan pengamatan lingkungan sekolah diantaranya Green House, Taman Hortikultura, Bank Sampah. Dari pembelajaran tersebut siswa dipandu oleh guru kelas dan dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan di sarana yang tersedia di lingkungan sekolah. Setelah melakukan pengamatan setiap kelompok membuat laporannya dan mempersentasekan di depan guru dan teman-teman di dalam kelas. Setelah setiap kelompok mempersentasekan, maka kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan terhadap hasil yang dilaporkan sehingga dalam proses pembelajaran timbul perdebatan antara kalompok yang satu dengan kelompok yang lain. Kegiatan ini sangat melatih cara belajar siswa yang baik, karena siswa mampu menemukan masalah dan memecahkan masalah tersebut dengan berbagai upaya atas kerjasama kelompok yang baik. 
salah satu anggota kelompok menanggapi hasil persentase laporan pengamatan
Proses pembelajaran tersebut dapat diupayakan oleh guru yang ada di SDN Mangkura 5 atas kerja keras, stimulus dan motivasi yang diberikan oleh Ibu Hj. Kamisa, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah yang menahkodai SD Negeri Mangkura 5 sejak bulan April 2016. Dalam waktu yang singkat ini Kepala Sekolah mampu memberi warna baru dan perubahan yang signifikan khususnya dalam usaha mencanangkan SD Negeri Mangkura 5 menjadi sekolah Adiwiyata......ewako Mangkura 5, insya Allah bisa, Aku Cinta Sekolahku, Aku Cinta Lingkunganku








Tidak ada komentar:

Posting Komentar