akZEE prestaZEE SDN MANGKURA V
UNJUK KEBOLEHAN BAKAT DALAM PEMANFAATAN DAUR ULANG
Pertunjukan tari kostum daur ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu
bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah
yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahans
baku yang baru, mengurangi penggunaan energi,
mengurangi polusi,
kerusakan lahan, dan emisi gas rumah
kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur
ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah
padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan,
pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama
dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle,
and Replace).
lomba dongeng
Sebagai contoh dari
hasil daur ulang sampah plastik, telah dibuat oleh warga SDN Mangkura V
Makassar, diantaranya seragam baju bodo dan kostum fashion show yang telah
dipamerkan dalam kegiatan akZEE prestaZEE yang diselenggarakan oleh susu Zee di
SDN Kompleks Mangkura. Dalam kegita ini, siswa-siswi SDN Mangkura V sangat
antusias mengikuti berbagai jenis lomba diantaranya lomba tari tradisional,
tari modern, fashion show, baca puisi, dongeng, berpidato dan lain-lain. Melalui
kegitan akZEE prestaZEE, siswa-siswi SDN Mangkura V menunjukkan bakat dan
potensi yang mereka miliki.
Khusus pada lomba tari,
siswa utusan SDN Mangkura V mengenakan seragam daur ulang secara keseluruhan
yaitu baju bodo terbuat dari plastik, asesoris terbuat dari potongan-potongan
tempat teh gelas dan tutup botol aqua. Seragam ini sangat memberikan kesan
edukasi kepada peserta didik, yaitu mampu mengolah barang bekas menjadi
bernilai guna yang sangat erat kaitannya dengan sekolah cinta lingkungan demi
mewujudkan program pemerinta kota Makassar yakni Makassarta’ tidak rantasa.
Diharapkan kedepan
sesuai arahan Hj. Kamisa, S.Pd., M.Pd
selaku Kepala SDN Mangkura V Makassar, kita lebih banyak melakukan kegiatan
program sekolah berbasis pengolahan daur ulang sampah, sekaligus mendukung
program pemerintah, juga memotivasi siswa mengumpulkan sampah
plastik secara berkala, sekaligus berkarya, berkreasi, mendaur ulang sampah
plastik menjadi bahan yang bermanfaat sekaligus dapat mengatasi
sampah-sampah tersebut,"tandasnya.








