Senin, 26 September 2016

akZEE prestaZEE SDN MANGKURA V
UNJUK KEBOLEHAN BAKAT DALAM PEMANFAATAN DAUR ULANG
Pertunjukan tari kostum daur ulang

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahans baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).


lomba dongeng

Sebagai contoh dari hasil daur ulang sampah plastik, telah dibuat oleh warga SDN Mangkura V Makassar, diantaranya seragam baju bodo dan kostum fashion show yang telah dipamerkan dalam kegiatan akZEE prestaZEE yang diselenggarakan oleh susu Zee di SDN Kompleks Mangkura. Dalam kegita ini, siswa-siswi SDN Mangkura V sangat antusias mengikuti berbagai jenis lomba diantaranya lomba tari tradisional, tari modern, fashion show, baca puisi, dongeng, berpidato dan lain-lain. Melalui kegitan akZEE prestaZEE, siswa-siswi SDN Mangkura V menunjukkan bakat dan potensi yang mereka miliki.
Khusus pada lomba tari, siswa utusan SDN Mangkura V mengenakan seragam daur ulang secara keseluruhan yaitu baju bodo terbuat dari plastik, asesoris terbuat dari potongan-potongan tempat teh gelas dan tutup botol aqua. Seragam ini sangat memberikan kesan edukasi kepada peserta didik, yaitu mampu mengolah barang bekas menjadi bernilai guna yang sangat erat kaitannya dengan sekolah cinta lingkungan demi mewujudkan program pemerinta kota Makassar yakni Makassarta’ tidak rantasa.



Diharapkan kedepan sesuai arahan Hj. Kamisa, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SDN Mangkura V Makassar, kita lebih banyak melakukan kegiatan program sekolah berbasis pengolahan daur ulang sampah, sekaligus mendukung program pemerintah, juga  memotivasi siswa mengumpulkan sampah plastik secara berkala, sekaligus berkarya, berkreasi, mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan yang bermanfaat sekaligus  dapat mengatasi sampah-sampah  tersebut,"tandasnya.

 

Jumat, 23 September 2016

MATERI PERSIAPAN ULANGAN TENGAH SEMSTER GANJIL KLS 6 SDN MANGKURA 5

MATERI PERSIAPAN ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL
KELAS 6 SDN MANGKURA V
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

-        CIRI-CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP
(CIRI-CIRI KHUSUS HEWAN & TUMBUHAN TERTENTU)
MANFAAT CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP
-         PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP
PERKEMBANGAN & PERTUMBUHAN MANUSIA
PERUBAHAN TUBUH MANUSIA PADA MASA PUBERTAS
MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI
PERKEMBANGBIAKAN MANUSIA
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN (VEGETATIF & GENERATIF)
PENGELOMOKAN HEWAN OVIPAR, VIVIPAR, OVOVIVIPAR
-         BAGIAN-BAGIAN BUNGA
-         KESEIMBANGAN EKOSISTEM
KEGIATAN MANUSIA YANG MERUSAK EKOSISTEM
FAKTOR ALAM YANG MERUSAK EKOSISTEM
USAHA MELESTARIKAN LINGKUNGAN
-         PELESTARIAN HEWAN & TUMBUHAN
HEWAN & TUMBUHAN YANG HAMPIR PUNAH DI INDONESIA
PENGERTIAN CAGAR ALAM
PENEGRTIAN SUAKA MARGASATWA
-         TEMPAT PENANGKARAN HEWAN DI INDONESIA (TAMAN NASIONAL)

PENGEMBANGAN POTENSI SISWA BERBASIS LINGKUNGAN

PENGEMBANGAN POTENSI SISWA BERBASIS LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam sepert tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Pembelajaran yang berbasis lingkungan ternyata memberi banyak manfaat bagi kehidupan warga sekolah. Seperti halnya yang dilakukan oleh SD Negeri Mangkura 5 Makassar, dimana pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran yang berbasis lingkungan yang sangat erat kaitannya dengan program Walikota Makassar yakni menjadikan sekolah berbasis Adiwiyata atau sekolah cinta alam. 

pengamatan siswa kelas 6 di Green House & Taman Hortikultura

Efek dari pembelajaran berbasis lingkungan di SDN Mangkura 5 adalah para tenaga pendidik dapat mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan mudah dipahami oleh siswa. Dan untuk siswa itu sendiri, lebih antusias dan termotivasi untuk lebih mengenal lingkungan karena pembelajarannya sangat menyenangkan dan terbebas dari rasa jenuh. Selain itu, manfaat yang diperoleh dengan pembelajaran berbasis lingkungan adalah siswa dapat membiasakan diri untuk selalu mencintai alam termasuk lingkungan sekolah. 
salah satu kelompok mempersentasekan hasil laporan pengamatan

Seperti halnya yang dilakukan oleh siswa kelas 6 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu membuat laporan pengamatan lingkungan sekolah diantaranya Green House, Taman Hortikultura, Bank Sampah. Dari pembelajaran tersebut siswa dipandu oleh guru kelas dan dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan di sarana yang tersedia di lingkungan sekolah. Setelah melakukan pengamatan setiap kelompok membuat laporannya dan mempersentasekan di depan guru dan teman-teman di dalam kelas. Setelah setiap kelompok mempersentasekan, maka kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan terhadap hasil yang dilaporkan sehingga dalam proses pembelajaran timbul perdebatan antara kalompok yang satu dengan kelompok yang lain. Kegiatan ini sangat melatih cara belajar siswa yang baik, karena siswa mampu menemukan masalah dan memecahkan masalah tersebut dengan berbagai upaya atas kerjasama kelompok yang baik. 
salah satu anggota kelompok menanggapi hasil persentase laporan pengamatan
Proses pembelajaran tersebut dapat diupayakan oleh guru yang ada di SDN Mangkura 5 atas kerja keras, stimulus dan motivasi yang diberikan oleh Ibu Hj. Kamisa, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah yang menahkodai SD Negeri Mangkura 5 sejak bulan April 2016. Dalam waktu yang singkat ini Kepala Sekolah mampu memberi warna baru dan perubahan yang signifikan khususnya dalam usaha mencanangkan SD Negeri Mangkura 5 menjadi sekolah Adiwiyata......ewako Mangkura 5, insya Allah bisa, Aku Cinta Sekolahku, Aku Cinta Lingkunganku