Menjadi
Guru Adalah Sebuah Pengabdian
A.
PENDAHULUAN
Saat ini profesi guru tengah banyak disorot oleh masyarakat
kita dibanding profesi lainnya. Di masyarakat luas, guru telah dianggap sebagai
ujung tombak proses pendidikan. Oleh karena itu, baik atau buruk kualitas
pendidikan di negeri ini selalu disangkutpautkan terutama dengan guru. Secara
formal guru adalah seseorang yang diangkat secara resmi oleh pemerintah
atau lembaga swasta. Mereka diangkat dengan sebuah surat keputusan yang
memberikan tugas dan fungsi yang melekat padanya di suatu lembaga atau jenjang
pendidikan tertentu. Perjalanan sejarah karier guru yang ada di sekitar kita
tampaknya mempunyai jalur yang bervariasi. Tidak sedikit guru yang kariernya
dengan mudah melesat naik. Banyak guru kita saksikan sukses hingga menjadi
anggota dewan perwakilan rakyat, kepala dinas, bupati, walikota, gubernur, atau
bahkan mungkin menduduki jabatan-jabatan lain yang lebih tinggi. Ada banyak
guru yang sejak mulai menjadi guru telah menunjukkan optimisme yang tinggi
dalam berkarya. Guru-guru ini berkembang menjadi guru inti, instruktur, hingga
akhirnya dikirim belajar ke jenjang yang lebih tinggi bahkan tidak sedikit yang
dikirim ke luar negeri.
Sayangnya, banyak pula kenyataan di lapangan kita temui,
guru-guru masih mengalami berbagai kendala dalam mengembangkan diri dan
kariernya. Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Mereka mengajar sambil terpaksa
melakukan pekerjaan lainnya untuk menutupi kebutuhan ekonomi. Mereka bahkan
hampir tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka sendiri.
Tentu saja besaran gaji bukanlah satu-satunya faktor yang
berpengaruh terhadap kinerja profesional guru. Ada banyak faktor lain seperti
rasa pengabdian, kecintaan terhadap profesi, kebiasaan melakukan refleksi diri,
hingga semangat untuk terus belajar sepanjang hayat juga mempengaruhi kinerja
mereka. Akan tetapi kesejahteraan tetap signifikan berdampak pada kualitas
kinerja guru. Karena itu, sudah sepantasnyalah guru-guru profesional yang
kompeten dan berprestasi di bidangnya layak mendapatkan apa yang seharusnya
menjadi hak mereka.
B. MENJADI GURU ADALAH SEBUAH
PENGABDIAN
Banyak definisi yang telah dirumuskan oleh para ahli
mengenai apa itu ‘guru’. Salah satunya seperti pendapat Suparlan, 2005: 12 yang
menyebutkan bahwa guru adalah orang yang tugasnya terkait dengan upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual, emosional,
fisikal, intelektual, maupun aspek-aspek lainnya.
Jika kita menilik definisi di atas secara seksama maka kita
akan menyadari betapa mulianya tugas seorang guru. Ia adalah sosok yang
mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tugas
ini bukan tugas yang ringan, karena ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ di sini
meliputi semua aspek kehidupan di antaranya aspek spiritual, aspek emosional,
aspek fisikal, aspek intelektual, maupun aspek-aspek lainnya.
Tugas penting dan tidak ringan tersebut umumnya kita dapati
di lapangan, telah dilakukan guru dengan penuh perasaan cinta, tanggung jawab,
dan keikhlasan. Mereka melakukan pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian kepada
masyarakat, bangsa, dan Negara.
Guru melakukannya tanpa paksaan dan tanpa tekanan rasa
ketakutan. Apabila ada seorang guru yang melakukan tugasnya bukan karena rasa
pengabdian tetapi karena keterpaksaan atau karena tekanan rasa ketakutan, maka
guru itu sesungguhnya bukanlah seorang ‘guru’. Ia tidak akan dapat memberikan
kontribusi bagi tujuan mulia pendidikan, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pengabdian seorang guru seringkali bukanlah hal yang mudah
dilakukan. Pengabdian seorang guru bahkan kadang-kadang harus diikuti dengan
pengorbanan besar. Banyak guru yang mengabdi di tempat-tempat yang terpencil:
jauh di puncak-puncak pegunungan, di pulau-pulau kecil di tengah lautan, hingga
di antara masyarakat yang masih terasing dari peradaban modern. Banyak guru
yang mengabdi di daerah-daerah rawan konflik yang tentu saja dapat membahayakan
keselamatan jiwanya dan keluarganya. Acapkali pula demi pengabdiannya, banyak
guru terpisah jauh dari keluarga karena harus tinggal di daerah-daerah yang
sarana tranpsortasi dan komunikasinya masih sangat sulit dan minim. Banyak guru
yang mengabdi tanpa terlalu memerhitungkan besaran gaji yang akan mereka terima.
Kita tahu, masih banyak guru-guru non-PNS yang gajinya bahkan sangat jauh di
bawah UMR (Upah Minimum Regional) buruh.
Lalu, jika pilihan hidup untuk mengabdi sebagai seorang guru
bukanlah jalan yang mudah dan mulus untuk dilalui, mengapa hingga sekarang
masih banyak orang-orang yang melakukannya? Untuk menjawab pertanyaan ini kita
harus kembali memahami makna sebuah pengabdian. Pilihan hidup menjadi seorang
guru apabila dilakukan dengan tulus ikhlas dan rasa cinta, maka akan membawa
seseorang kepada kebahagiaan yang tentu tidak dapat dinilai dengan materi.
Inilah modal terbesar yang akan membawa seseorang pada kesuksesan dalam
menjalani profesi sebagai seorang guru: pengabdian. Apabila seorang “guru”
tidak memiliki rasa pengabdian yang tulus di dalam dirinya, maka “guru” itu
tidak akan dapat bertahan pada pekerjaannya, dan ia bukanlah seorang guru yang
sebenarnya.
C. KESIMPULAN
Beberapa hal yang dapat kita
simpulkan dari paparan tulisan ini adalah sebagai berikut:
1.
Guru
yang mempunyai rasa pengabdian yang tulus dalam melaksanakan tugasnya telah
mempunyai modal yang sangat besar untuk berkembang menjadi guru yang
profesional (kompeten)
2.
Guru
yang mempunyai rasa pengabdian yang tulus dapat berkembang menjadi guru
profesional apabila ia mempunyai kebiasaan berpikir reflektif dan prinsip hidup
sebagai pebelajar sepanjang hayat, serta kreatif dan inovatif. Dengan berpikir
reflektif, guru akan mengetahui posisi dan potensinya. Dengan prinsip hidup
sebagai pebelajar sepanjang hayat, ia akan terus belajar sehingga memiliki
kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, maupun profesional. Dengan sifat
kreatif dan inovatif yang dimiliki, ia akan menjadi guru yang mampu mengatasi
berbagai kendala dan masalah dalam melaksanakan tugasnya.
sekian, semoga dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas pendidikan, terima kasih, salam hangat pendidikan Indonesia......